Loading Event

« All Event

  • This event has passed.

“ANALISA JABATAN DAN EVALUASI JABATAN SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN KEADILAN DALAM PENYUSUNAN REMUNERASI DI RSUD,

Februari 23 @ 7:30 pm - Februari 25 @ 10:30 pm

Rumah Sakit adalah organisasi kompleks dan multi-sektoral, sehingga pengelolaannya pun memerlukan kerjasama berbagai multi-disiplin ilmu dan profesi. Sinergi dari berbagai tenaga terampil dari berbagai profesi dan disiplin ilmu inilah yang akan menghasilkan mutu pelayanan yang berkualitas, prima dan paripurna.

Sejak digulirkannya pola remunerasi melalui Permendagri Nomor 61 tahun 2007 tentang PPK- BLUD, tidak sedikit menyebabkan tarik ulur dalam penetapan kebijakan dan sistem yang akan diterapkan. Remunerasi merupakan alat kendali mutu dimana beban pekerjaan didistribusikan secara realistis dan dilakukan pengukuran terhadap kualitas layanan. Tujuan remunerasi adalah merupakan kompensasi yang setimpal atas prestasi yang telah diberikan, mencerminkan keadilan dalam perhitungannya, dan merupakan alat untuk meningkatkan produktivitas.

Manajemen, dalam hal ini direksi dan jajarannya harus bisa menemukan cara efektif dan objektif dalam perumusan remunerasi pegawai. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan tools atau alat ukur yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan sehingga tercipta iklim yang berkeadilan.

Bagaimana cara dalam penyusunan remunerasi?

Memotret dari pengalaman BLU Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah terlebih dahulu menerapkan pola pemberian insentif remunerasi berdasarkan kontrak kinerja yang terukur dengan penetapan indikator kinerja yang bersifat riil dan menantang, terbukti berdampak efektif terhadap peningkatan kinerja.

Sistem remunerasi dengan tiga komponen utama penilaian yaitu Pay for Position (P1) adalah penghargaan terhadap pekerjaan, komponen Pay for Performance (P2) adalah penghargaan terhadap kinerja, dan komponen Pay for People (P3) adalah penghargaan secara perorangan berdasarkan kecakapan. Penyusunan dan penetapan remunerasi harus berdasarkan penilaian yang objektif dengan berazaskan proporsional, kesetaraan dan kepatutan. Tujuannya adalah untuk menghindari konflik, gesekan dan ketidakpuasan pegawai, karena besaran insentif remunerasi yang akan diterima pegawai akan dapat berbeda satu dengan lainnya, bahkan per-individu pun dapat mengalami fluktuasi besaran remunerasi setiap bulannya sesuai dengan penilaian kinerjanya. Disinilah pentingnya analisa jabatan dan evaluasi jabatan untuk melihat bobot jabatan serta performance appraisal (penilaian kinerja) dan capaian sasaran kinerja setiap individu secara objektif.

Mengapa Analisa Jabatan dan Evaluasi Jabatan?

Analisan jabatan dan evaluasi jabatan bertujuan untuk menentukan seberapa besar bobot sebuah jabatan melalui penilaian jabatan didasarkan pada indikator yang objektif, seperti beban kerja, besaran tanggung jawab, keterampilan yang dibutuhkan dan lainnya. Dari evaluasi jabatan tersebut akan diperoleh skor atau bobot jabatan sebagai dasar untuk grading system / leveling untuk merumuskan sistem remunerasi yang adil.

Landasan berpikir perlunya analisa jabatan dan evaluasi jabatan adalah setiap staf dan jabatan memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda dengan tingkat beban kerja yang juga tidak sama. Dengan tingkat beban kerja tersebut, maka dibutuhkan suatu analisa dan evaluasi agar kinerja pegawai dapat optimal.

Detil

Mulai:
Februari 23 @ 7:30 pm
End:
Februari 25 @ 10:30 pm
Situs Web:
www.mitraoptimatalenta.com

Penyelenggara

PT Mitra Optima Talenta
Telepon:
02030203
Situs Web:
www.optimtalenta.com